<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://bieyas.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bieyas.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 Jul 2011 16:17:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bieyas.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/9807793a70a65f4bd5abc4c8db61b53c?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://bieyas.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bieyas.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bieyas.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sejarah dan Strategi Pergerakan PMII</title>
		<link>http://bieyas.wordpress.com/2009/06/18/sejarah-dan-strategi-pergerakan-pmii/</link>
		<comments>http://bieyas.wordpress.com/2009/06/18/sejarah-dan-strategi-pergerakan-pmii/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 20:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bieyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Pergerakan]]></category>
		<category><![CDATA[bias]]></category>
		<category><![CDATA[bieyas]]></category>
		<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[pattimura]]></category>
		<category><![CDATA[pmii]]></category>
		<category><![CDATA[stkip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bieyas.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Sekilas Sejarah Pergerakan PMII Refleksi Pergerakan Mahasiswa Ketika perjuangan pembebasan rakyat melalui parlementer mengalami kelemahan, maka perjuangan ekstra parlementer menjadi penting untuk mendorong rakyat secara langsung berpartisipasi untuk mengadakan perubahan. Kita melihat sendiri bagaimana kemandulan parlemen mulai dari masa kampanye hingga pasca pemilu justru membuat rakyat terilusi dengan figur dan kharisma seseorang daripada kritis pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bieyas.wordpress.com&amp;blog=5802160&amp;post=75&amp;subd=bieyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Sekilas Sejarah Pergerakan PMII</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> Refleksi Pergerakan Mahasiswa</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika perjuangan pembebasan rakyat melalui parlementer mengalami kelemahan, maka perjuangan ekstra parlementer menjadi penting untuk mendorong rakyat secara langsung berpartisipasi untuk mengadakan perubahan. Kita melihat sendiri bagaimana kemandulan parlemen mulai dari masa kampanye hingga pasca pemilu justru membuat rakyat terilusi dengan figur dan kharisma seseorang daripada kritis pada program politiknya. Politik populisme (budaya politik parokial) seperti ini hanya menjadikan rakyat sebagai penonton dalam setiap kebijakan-kebijakan ekonomi-politik yang menyangkut hajat hidup rakyat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemenangan kecil rakyat yang anti-kediktatoran (sekaligus kelemahan strategis gerakan mahasiswa) yaitu menggeser posisi Suharto dan Habibie dari tampuk kekuasaannya ternyata telah diambil dan digantikan dengan oleh para borjuis demokrat (seperti Gus Dur, Mega, Amin Rais, Akbar Tandjung dan dsb) dengan politik parlementarisnya yaitu dengan memoderasi kesadaran massa rakyat yang kharismatik-emosional ke arah politik parlemen sehingga partisipasi politik rakyat hanya terjadi pada saat pemilu. Politik parlementaris dan kesadaran politik rakyat kharismatik-emosional seringkali dimanfaatkan oleh para teknokrat-teknokrat politik untuk mendapatkan legitimasi pada setiap kebijakan politik.  Kesadaran anti-kediktatoran yang timbul pada rakyat mengalami moderasai oleh para borjuis demokrat dan mereka bisa mengambil kepemimpinan di kesadaran massa rakyat tersebut.<span id="more-75"></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Kelemahan Strategi Gerakan Mahasiswa </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa penyebab gagalnya gerakan mahasiswa dalam mengambil kepemimpinan dikalangan massa rakyat dan berhasilnya para kaum borjuis demokrat mengambil kepemimpinan di massa rakyat adalah sebagai berikut;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><span style="text-decoration:underline;">Pertama</span></em></strong><em>;</em> kekuatan politik borjuis demokrat telah mempunyai struktur organisasi, atau wadah-wadah untuk mendapatkan dukungan jauh sebelum Soeharto tumbang. Tumbangnya Soeharto semakin mempermudah para politisi dari kekuatan politik utama untuk mengokohkan wadah-wadah dan struktur organisasi yang dimiliki untuk memberikan dukungan politik. PDI Perjuangan misalnya mewarisi struktur organisasi PDI dan mendirikan posko dikampung-kampung untuk mengikat dukungan yang luas dari rakyat. PKB berbasiskan massa NU dan berbagai ormas yang berafiliasi dengan NU. PAN jelas mendapatkan dukungan luar dari ormas Islam Muhamadiyah yang tersebar luas diseluruh tanah air dengan berbagai ormas yang berafiliasi. Partai Golkar jelas menggunakan struktur birokrasi dan berbagai ormas yang berafiliasi dengan Partai Golkar selama 32 tahun. PPP adalah partai yang merupakan kelanjutan dari sistem politik Orba dan sudah mempunyai struktur berskala nasional.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><span style="text-decoration:underline;">Kedua</span></em></strong>; Terdapatnya Figur-Figur politik aliran sebagai hasil dari politik massa mengambang dari jaman orde  baru dan masih tertanamnya sisa-sisa feodalisme dikepala rakyat, dalam bentuk primodialisme dan kultus individu. Figur-figur politik mainstream ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai media massa, nasional dan internasional sebagai elit-elit politik nasional. PDIP mengorganisir primodilaisme pada diri Megawati Soekarnoputri dan Soekarnoisme untuk menarik dukungan yang luas. PKB mempunyai kyai kharismatik seperti Gus Dur, yang oleh warga NU sudah dikenal sebagai <em>seorang wali</em>. Amien Rais berhasil direkayasa oleh tim propaganda yang baik sebagai tokoh reformasi. Dan Akbar Tanjung yang dinilai memiliki pemikiran moderat dan mampu menjembatani friksi-friksi pada kekuatan Golkar dikondisikan oleh status quo untuk menghadang kekuatan reformis. Para elit politik inilah yang mengambil keuntungan optimal dari mundurnya Soeharto untuk kepentingan kelompoknya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><span style="text-decoration:underline;">Ketiga</span></em></strong><em><span style="text-decoration:underline;">;</span></em> Kegagalan dari gerakan progresif-radikal yang dipimpin oleh mahasiswa dalam membuat wadah-wadah bagi rakyat, untuk menandingi wadah-wadah dan struktur organisasi yang sudah dimiliki oleh kekuatan politik utama (mainstream). Hasil-hasil mobilisasi selama menolak Sidang Istimewa gagal dipermanenkan menjadi wadah-wadah rakyat. Komite-komite aksi yang dibentuk, atau koalisi-koalisi yang dibuat oleh mahasiswa kalah dalam menghadapi kemampuan organisasi oposisi moderat dalam memberikan wadah bagi rakyat. Dengan tidak adanya wadah-wadah bagi rakyat, ketika momentum pemilu tiba, dengan mudahnya, partai politik utama, memasok kesadaran parlementarian kedalam kepala masa dengan saluran wadah-wadah yang mereka miliki dan alat-alat propangada yang mereka kuasai.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><span style="text-decoration:underline;">Keempat</span></em></strong><em><span style="text-decoration:underline;">;</span></em> kegagalan dari gerakan radikal yang dipelopori oleh mahasiswa untuk membangun suatu koalisi atau persatuan yang luas untuk menandingi kekuatan politik utama yang moderat. Sektarianisme yang akut ini menyebabkan kapasitas perlawanan untuk melawan dalam satu kesatuan aksi dan komando tidak terjadi sama sekali. Gerakan boikot pemilu sebagai hasil pertemuan mahasiswa nasional di Bali, tidak dapat menjadi kekuatan karena tidak ada  kesatuan aksi untuk memimpin suatu gerakan boikot pemilu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><span style="text-decoration:underline;">Kelima</span></em></strong><em><span style="text-decoration:underline;">;</span></em> Kelompok progresif-radikal, sangat sedikit sumberdaya dan jangkauan propaganda organisasinya dibandingkan kekuatan politik <em>mainstream</em>, yang sudah membangunnya sejak jaman rejim Soeharto berkuasa. Kelompok prograsif dan radikal mahasiswa tidak berakar sampai ke bawah dan tidak mempunyai dukungan logistik yang kuat sehingga membuat kelompok ini tidak mempunyai kapasitas untuk menandingi  parpol mainstream. Betapapun militannya kerja-kerja gerakan mahasiswa, tetap saja kita tidak bisa berilusi akan mendapatkan dukungan jutaan orang bila struktur organisasi belum mempunyai pengaruh hingga di tengah-tengah kehidupan dan tempat tinggal massa.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><span style="text-decoration:underline;">Keenam</span></em></strong>; alat-alat dan produksi propanganda yang minim. Kekuatan politik mainstream, mempunyai dana logistik besar untuk mengorganisir kampanye dan menarik dukungan. Media massa mainstream juga berpihak pada mereka, karena itu pasokan ideologi mereka ketengah massa dapat ditemukan dimana-mana setiap hari, terus menerus tanpa henti. Di koran-koran besar hampir setiap hari PDI Perjuangan atau PKB dan Amien Rais jadi berita utama. Selama kampanye boleh dikatakan gerakan progresif-radikal ditenggelamkan oleh gelombang propaganda yang maha besar dari partai-partai mainstream. Kualitas alat-alat propaganda juga sangat maju. Radio dan televisi digunakan untuk memasok program-program dan memobilisasi dukungan politik. Tanpa produksi propaganda dan pengorganisiran propaganda, sulit bagi gerakan radikal untuk menyaingi partai-partai borjuasi yang kaya dana dan kaya materi dan jaringan propaganda.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><span style="text-decoration:underline;">Ketujuh</span></em></strong><em><span style="text-decoration:underline;">;</span></em> perlawanan-perlawanan ekonomis kaum buruh baik secara spontan maupun melalui wadah serikat buruh tidak berkembang secara meluas meskipun dalam suasana krisis ekonomi. Kondisi wadah-wadah perjuangan buruh yang ada seperti SBSI, FSPSI Reformasi, FNPBI. Padahal perlawanan-perlawanan ekonomi kaum buruh, yang ekonomis dan spontan sekalipun sangat penting untuk menjaga suhu politik tetap memanas. Perlawanan ekonomis dan spontan yang besar yang dapat mempengaruhi suhu politik, bukan pemogokan satu-dua pabrik saja. Kecilnya perlawanan buruh, membuat sektor ini kurang dapat menjadi penopang bagi pemanasan politik. Ini berbeda dengan tahun 1993-1994 ketika pemogokan-pemogokan kaum buruh yang masif, meskipun ekonomis dan spontan, tapi dia berhasil menjadi penjaga suhu politik yang efektif, atau menyeret kelas sosial lain untuk mendukung perjuangan kaum buruh, seperti aksi-aksi SMID dengan kaum buruh sepanjang tahun 1990-an.</p>
<p style="text-align:justify;">
<h2 style="text-align:justify;">Kekuatan Progresif-radikal</h2>
<p style="text-align:justify;">Pasca gerakan mahasiswa 1990-an seringkali grafiknya naik-turun dan belum ada signifikansi bagi perluasan kesadaran politik rakyat. Mobilisasi massa mahasiswa pada peristiwa Mei ’98, Semanggi I dan Semanggi II terlihat hanya sekedar merespon momentum. Keberhasilan menyeret massa rakyat pada momentum Semanggi I dan Semangi II tidak diikuti dengan pengambilan kepemimpinan politik sehingga tuntutan-tuntutan politik dan isu yang dibawa oleh gerakan mahasiswa diambil atau dicuri oleh para kaum demokrat borjuis. Persitiwa Semanggi I dan II memberikan contoh kepada kita bahwa menurunnya gerakan mahasiswa bukan karena represif rejim melainkan dimoderasi oleh kaum demokrat borjuis.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Momentum politik memang harus direspon walaupun lemahnya gerakan mahasiswa akan tetapi jika hal ini terus dilakukan maka akan kontra-prduktif bagi perubahan secara mendasar. Sikap demikian itu tidak terlepas dengan watak borjuis kecil kita sendiri yang ingin enaknya saja dengan tidak membuat momentum. Sebenarnya momentum dapat dirasakan dan diciptakan setiap hari. Jika kita terus mengabdi kepada momentum, tanpa ada pembangun organisasi, teori maupun ideologi maka gerakan mahasiswa akan terus terseret dengan kesadaran-kesadaran kaum borjuis demokrat yang mempunyai watak oposan loyal dan opurtunistik. Oposan loyal artinya mereka beroposisi terhadap pemerintahan tapi tetap loyal terhadap sistem (rejim) sehingga kesadarannya hanya sebatas penumbangan kekuasaan tapi tidak ada arah menuju pergantian sistem.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kurun waktu 1990-an hingga saat ini gerakan mahasiswa mempunyai peranan dan posisi yang penting dalam pembangunan demokrasi di Indonesia. Yang menjadi fokus dan titik Perjuangan ekstra parlementer ketika parlemennya lemah adalah gerakan mahasiswa, mengapa?. <strong>Pertama</strong>, gerakan mahasiswa paling konsisten untuk melakukan perlawanan walapun ia terus terseok-seok. Gerakan pro demokrasi lainnya tidak mempunyai konsistensi yang jelas dalam perjuangan demokrasi. <strong>Kedua</strong>, gerakan mahasiswa sudah memberikan embrio perlawanan atau memberikan basis penumbangan kediktatoran Suharto. Hal ini merupakan investasi yang panjang bagi perjuangan rakyat ke depan. <strong>Ketiga</strong>, gerakan mahasiswa paling berhasil memberikan kesadaran politik kepada rakyat secara massal. Rakyat banyak belajar dari mahasiswa bagaimana melawan kediktatoran.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dari ketiga item tersebut maka gerakan mahasiswa dapat menjadi kekuatan progresif-radikal. Dia mempunyai dua mata pedang; <strong>pertama</strong>, mahasiswa sebagai sebagai kekuatan yang mampu menghancurkan kesadaran palsu borjuis-borjuis demokrat karena posisinya mampu menerima-teori-teori revolusioner. Kemampuan ini dapat menjadi alternatif bagi perjuangan pembebasan rakyat. Posisinya yang paling siap untuk merespon kondisi obyektif atau perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat sehingga kekritisannya mampu memberikan wacana perubahan-perubahan di masyarakat. <strong>Kedua</strong>, kemampuannya ini dapat memberikan senjata filsafat dan teori bagi basis material perjuangan rakyat artinya rakyat menemukan senjata filsafatnya pada gerakan mahasiswa sedangkan mahasiswa menemukan senjata materialnya pada rakyat tertindas.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Pengorganisiran Mahasiswa</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini kita menyadari bahwa didalam gerakan progresif-radikal kekurangan orang untuk melakukan pengorganisiran. Kita menyadari bahwa kita tidak bisa mengandalkan mobilisasi massa atau hanya merespon memopnetum. Perlawanan harus mulai dilakukan secara terorganisir dan tertib aksi. Mengorganisir maknanya adalah membangun pondasi-pondasi atau pilar-pilar demokrasi oleh karena itu merupakan kerja jangka panjang yang kadang mengorbankan waktu, dana maupun perasaan. Seorang organisir dapat dikatakan sebagai <strong>pekerja demokrasi bukan sekedar aktifis demokrasi</strong>. Sebagai pekerja ia akan membangun dan memberikan kesadaran politik lebih mendalam dimana propragandanya tidak hanya sekedar pada saat aksi-aksi belaka tapi menyediakan bagi rakyat sebuah wadah-wadah perjuangan. Dari wadah-wadah tersebut partisipasi politik rakyat disalurkan yang tidak hanya sekedar problkem ekonomis melainkan juga politis. Seorang organisir juga mendorong rakyat untuk menemukan kepelepora perlawanannya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tidak stabilnya gerakan perlawanan mahasiswa suatu bukti lemahnya pengorganisiran di tingkat mahasiswa (kampus). Selain itu kondisi subyektif mahasiswa yang cenderung ambivalen karena posisinya tidak pernah ikut menentukan secara langsung terhadap kebijakan ekonomi-politik dan juga tidak mempunyai relasi terhadap akses hubungan ekonomi. Kondisi subyektif ini semakin diperkuat oleh ; <strong>pertama</strong>, Sektarian organisasi mahasiswa yang masih kuat. Sektarian ini seringkali hanya terjadi pada tingkat teknis dan kadang-kadang tidak mampu melihat mana yang strategis dan mana yang taktis. Sektarian ini muncul karena merasa paling benar metode dan tuntutannya. <strong>Kedua</strong>, sulitnya terbangun koalisi atau front ditingkat mahasiswa. Fornt atau koalisi sering terbentuk seringkali karena siakp reaksioner dari keadaaan yang berubah tidak ada arahan kerja panjang serta konsistensinya dalam membangun front. Dan <strong>ketiga</strong>, mahasiswa tidak mempunyai akar pijakan dirakyat atau basis sosial padahal isu dan tuntutan yang dibawa oleh mahasiswa tidak “murni” milik gerakan mahasiswa tapi juga milik buruh, tani, pengangguran atau kaum profesional pro demokrasi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Menghadapi persoalan tersebut maka pengorganisiran di mahasiswa dapat dilakukan sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">
<ol style="text-align:justify;">
<li><strong>Membangun Jaringan Kelompok Studi (KS)</strong> di Kampus. Jaringan KS ini memberikan maksud selain pengorganisiran juga meningkatkan perlawanan serta penyatuan serta kesamaan dalam teori, analisa maupun ideologi perjuangan. Jaringan KS ini untuk menjawab persoalan lemahnya teori-teori perlawanan di mahasiswa. Dengan KS akan dibangun perdebatan-perdebatan teori serta strateg—taktik perjuangan mahasiswa oleh karena itu KS harus mencari literatur-literatur dari berbagai sumber-sumber yang ada. Memang literaturl-literatur sulit ditemukan karena pembrangusan kekebasan akademika dan berpikir oleh rejim orde baru. Jika ini terbangun maka tidak sekedar meningkatkan kondisi subyektif mahasiswa tapi juga dapat melakukan counter hegomoni kekuasaaan.</li>
<li><strong>Membangun jaringan aksi</strong>. Dalam teori-teori revolusioner dikatakan bahwa tidak aktivitas revolusioner tanpa teori-teori revolusioner. Dari adagium ini memberikan maksud bahwa teori-teori yang dibahas dalam kelompok studi tidak akan ada artinya tanpa ada praktek untuk menguji kebenaran teori-teori yang kita diskusikan. Atau singkatnya teori membimbing praktek dan praktek menguji kebenaran teori. Jaringan aksi ini dapat dilakukan berupa selebaran, aksi massa dan pengorganisiran sektoral. Dengan jaringan aksi ini kita dapat mempropagandakan hasil-hasil analisa kita mahasiswa lain dan ke sektor rakyat lain. Jaringan aksi dapat berupa komite-komite aksi seperti AbrI atau FPM. Dari jaringan aksi ini merupakan uji materiil untuk perngoranisiran. Dengan aksi tersebut kita dapat mengetahui sejauh mana pengorganisiran mahasiswa dilakukan baik secara kuantitas maupun kualitas. Oleh karena itu jadwal aksi perlu dilakukan secara reguler. Tahap-tahap aksinya sebagai berikut<strong>: fakultas – kampus &#8211; antar kampus &#8211; kampus dan sektor rakyat lain</strong>. Dari setiap aksi-aksi yang dilakukan perlu dilakukan evaluasi yang serius agar tidak mengulang kesalahan-kesalahan yang sudah dilakukan.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><a rel="attachment wp-att-76" href="http://bieyas.wordpress.com/2009/06/18/sejarah-dan-strategi-pergerakan-pmii/bagan-1/"><img class="size-full wp-image-76 aligncenter" title="bagan 1" src="http://bieyas.files.wordpress.com/2009/06/bagan-1.jpg?w=495&#038;h=148" alt="bagan 1" width="495" height="148" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">                                                  </p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>STRUKTUR AGEN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Alat-alat Pengorganisiran</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Seperti yang sudah dikatakan bahwa saat ini yang dibutuhkan adalah pekerja demokrasi bukan aktivis demokrasi. Oleh karena itu setiap pekerja membutuhkan alat untuk merubah kondisi obyektif yang ada. Setiap organiser ataupun pekerja demokrasi akan mengalami kesulitan jika tidak mempunyai alat untuk merubah. Tapi yang perlu diingat bahwa setiap alat yang digunakan tidak sembarangan melainkan berdasarkan kondisi obyektif yang ada. Untuk menggemburkan tanah yang sudah keras maka buruh tani tidak akan menggunakan pacul biasa. Sebelumnya ia akan menggunakan pacul garpu dahulu agar rongga tanahnya agak longgar sehingga mudah dipacul dengan pacul biasa. Misalnya juga tanah yang hanya 2 Ha menggunkan mesin traktor untuk menggarap tanah. Kalau ini dilakukan maka banyak buruh petani yang tidak bekerja dan menjadi pengangguran.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan nyata maka alat-alat untuk mengorganisir antara lain;</p>
<p style="text-align:justify;">
<ol style="text-align:justify;">
<li><strong>Selebaran</strong>, selebaran ini biasanya bersifat agitatif (mengajak) terhadap kondisi obyektif yang ada. Selebaran ini umumnya bersifat massal artinya diproduksi banyak. Isi atau kata-kata yang digunakan sebaiknya sederhana mungkin, jelas, tegas, mudah dimengerti dan sedikit analisa. Selebaran ini biasanya lebih menonjolkan tuntutan-tuntutan politik atau ekenomi daripada analisa dari tuntutan-tuntutan tersebut. Dalam penyebaran selebaran yang efektif maka digunakan struktur agen seperti yang sudah digambarkan sebelumnya. Kalau bisa penerima selebaran oleh para agen tercatat baik namanya, fakultas, angkatan, alamat, telepn/pager/hp-nya. Karena penerima selebaran akan menjadi calon agen selebaran, begitu dan seterusnya. Untuk menjamin kelanggengan penyebaran selebaran sebaiknya setiap selebaran dijual (biasanya dijual Rp. 100,00) karena uang tersebut akan digunakan lagi untuk mencetak selebaran selanjutnya.</li>
<li><strong>Terbitan</strong>, dalam gerakan revolusioner media/terbitan/bulettin merupakan organ yang penting bagi pembangunan kesadaran perjuangan mahasiswa. Karena dalam media massa ini akan memberikan arahan-arahan perjuangan dari apa yang harus kita lakukan baik strategi maupun taktik untuk mencapainya. Selain terbitan ini dapat digunakan menjadi alat pengorganisiran yaitu dengan membangun struktur agen. Kita dapat belajar perjuangan rakyat Iran (Ali Khoemeni) yaitu dimana setiap-setiap kantong massa terutama di masjid-masjid terdapat kaset-kaset pidatonya Ali Khoemeni. Dengan kaset tersebut mobilisasi massa daapt dilakukan sambil memberikan penyadaran politik. Struktur agen ini kalau bisa sampai ke unsur rakyat yang terkecil. Selain itu terbitan mahasiswa dapat menjadi alternatif bacaan bagi rakyat yaitu dijual secara umum. Struktur agen ini mempunyai tugas mencatat mahasiswa atau orang lain yang membeli terbitan sehingga kita tahu sampai sejauh mana terbitan kita diterima oleh massa. Untuk terbitan ini memang menjadi persoalan ditingkat gerakan mahassiwa karena terbenturnya dana serta kesulitan mahasiswa yang tingkat membacanya masih lemah. Terbitan ini berisi analisa-analisa dari selebaran-selebaran yang ada. Ia mempunyai fungsi propaganda dimana kemampuannya memberikan arahan strategi-taktik perjuangan.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Kualitas Organisir Mahasiswa</em></strong> :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><strong>Mempunyai kemampuan agitasi-propaganda</strong>. Seorang organiser tidak hanya mampu mengagitasi (bahasa kerennya “memblejeti”) suatu kebijakan kampus atau pemerintah. Organiser tidak hanya sekedar mampu mempengaruhi atau mengajak mahasiswa untuk ikut dengan kita tapi juga memberikan arahan-arahan tentang apa yang harus kita lakukan dan pencapaiannya dari ide-ide yang kita miliki.</li>
<li><strong>Memiliki kesabaran</strong>. Dalam beberapa kasus pengorganisiran mahasiswa, seringkali kesalahan yang dilakukan adalah tidak sabar dalam melakukan pengorganisiran sehingga mereka cenderung pesimis dalam melakukan pengorganisiran. Banyak faktor subyektif yang menjadi penyebab, misal : capek, bosan, jenuh dan lain-lain.Tapi itu memang sebuah konsekwensi yang harus tetap kita jalankan sebagai seorang oragniser bila menginginkan terbangunnya sebuah basis.</li>
<li><strong>Kreatif.</strong> Untuk mengatasi berbagai kesulitan dalam melakukan pengorganisiran maka sorang organiser dituntut untuk kreatif yang artinya kita diharuskan memiliki inisiatif-inisiatif baru agar jalannya organisasi dan pengembangannya selalu mengalami peningkatan.</li>
<li><strong>Mampu merespon kondisi massa</strong>. Pengembangan organisasi tidak akan bisa dilakukan apabila kita tidak mampu merespon kondisi atau tuntutan massa yang sebenarnya telah mengalami ereksi sehingga kita dituntut untuk selalu peka mengambil kepeloporan dalam kondisi massa yang seperti itu.</li>
<li><strong>Kedispilinan Revolusioner</strong>. Disiplin penyakit umum yang sering dialami oleh gerakan mahasiswa. Banyak kawan-kawan yang menyepelekan hal ini padahal kedispilinan sangat penting menjaga stamina gerakan. Disiplin ini meliputi disiplin waktu, administratif dan disiplin dalam kerja.</li>
<li><strong>Tertib Administratif</strong>. Dari hasil pengorganisiran maka yang terpenting adalah dokumentasi data. Dari data-data inilah dapat menjadi acuan bagi analisa gerakan mahasiswa tanpa data. Jadi rapat-rapat atau pertemuan-pertemuan tidak akan ada gunanya tanpa ada data.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><a rel="attachment wp-att-77" href="http://bieyas.wordpress.com/2009/06/18/sejarah-dan-strategi-pergerakan-pmii/bagan-2/"><img class="size-full wp-image-77 aligncenter" title="bagan 2" src="http://bieyas.files.wordpress.com/2009/06/bagan-2.jpg?w=465&#038;h=239" alt="bagan 2" width="465" height="239" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bieyas.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bieyas.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bieyas.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bieyas.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bieyas.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bieyas.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bieyas.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bieyas.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bieyas.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bieyas.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bieyas.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bieyas.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bieyas.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bieyas.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bieyas.wordpress.com&amp;blog=5802160&amp;post=75&amp;subd=bieyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bieyas.wordpress.com/2009/06/18/sejarah-dan-strategi-pergerakan-pmii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/179c1c6583435b77c55ed821962228c3?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bieyas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bieyas.files.wordpress.com/2009/06/bagan-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bagan 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bieyas.files.wordpress.com/2009/06/bagan-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bagan 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>How Can Systematic Thinking Improve Our Lives?</title>
		<link>http://bieyas.wordpress.com/2009/06/02/how-can-systematic-thinking-improve-our-lives/</link>
		<comments>http://bieyas.wordpress.com/2009/06/02/how-can-systematic-thinking-improve-our-lives/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 17:22:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bieyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bieyas.wordpress.com/2009/06/02/how-can-systematic-thinking-improve-our-lives/</guid>
		<description><![CDATA[Author: Mike Ferriston There is always a brisk of regret in every deed that you consider to be unsuccessful, you think about some unhappy moments that you should have foreseen. Life always gives challenges that we should accept &#8211; at school, at work or at home. Crying or fighting or breaking furniture is not the [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bieyas.wordpress.com&amp;blog=5802160&amp;post=68&amp;subd=bieyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Author: <a title="Mike Ferriston" href="http://www.articlesbase.com/authors/mike-ferriston/1877.htm">Mike Ferriston</a></strong></p>
<p>There is always a brisk of regret in every deed that you consider to be unsuccessful, you think about some unhappy moments that you should have foreseen. Life always gives challenges that we should accept &#8211; at school, at work or at home. Crying or fighting or breaking furniture is not the way out. You can do much more using an effective tool that may solve all your problems. The tool is nothing more than systematical thinking.</p>
<p>An excellent example of good appliance of systematic thinking will be successful campaigns of famous generals like Napoleon of Admiral Nelson. Professor&#8217;s comments on your essay seem fair enough and this is exactly what brings you to the idea that you are a failure in flesh and blood. Your essay contains a lot of irrelevant facts and ideas that do not prove the idea. After you use systematical thinking the situation will change. This ability gives you and advantage over others. When you think systematically, you look at the object not only in direct coordinates, but also see the intersection of it with the other object in any sphere. Unsuccessful experience may mislead you in the future because you are sure that you can not do one or the other thing. Every effort you make seems hopelessly wrong. It is possible to avoid frustration using systematic thinking. You may come to a point when you need a salary raise or promotion. To establish your plan you need to use systematic thinking. Try to analyze not only your position, but also to overlook the whole situation. What is it that you need to do now and what will your next step be? Put your thoughts into a coherent system, like a timeline and act accordingly. Try to think about what your boss may respond and what the rate of your possible promotion is. The most essential thing is to see what can be done if boss refuses to discuss this matter or if skill enhancement takes more than three months. All these steps you have just pointed out are application of systematic thinking into practice.</p>
<p>It is quite easy to catch the idea of systematic thinking. The skill is obviously necessary in the future. It will help to resolve any conflict. It will be easier to understand the point of view of the opponent and fid the common ground. To acquire this task you need to train your memory, accept challenges that life gives you and not to omit conflicts but try to resolve them positively. The main feature is positive attitude towards everything you do and maybe soon enough you&#8217;ll become a genius or another famous general.</p>
<p><strong>About the Author:</strong></p>
<p>Jacob Parker is a leading researcher of RushEssay.com &#8211; <a href="http://www.rushessay.com">Custom Essay</a> writing service. He holds a PhD in Literature and he is well-experienced to produce different college essays, including such types as <a href="http://www.rushessay.com/political_science_essay.php">science essay</a> and widespread <a href="http://www.rushessay.com/persuasion_essay.php">persuasion essay</a>.</p>
<p>Article Source: <a href="http://www.articlesbase.com/">ArticlesBase.com</a> &#8211; <a title="How Can Systematic Thinking Improve Our Lives?" href="http://www.articlesbase.com/education-articles/how-can-systematic-thinking-improve-our-lives-17409.html">How Can Systematic Thinking Improve Our Lives?</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bieyas.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bieyas.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bieyas.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bieyas.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bieyas.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bieyas.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bieyas.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bieyas.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bieyas.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bieyas.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bieyas.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bieyas.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bieyas.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bieyas.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bieyas.wordpress.com&amp;blog=5802160&amp;post=68&amp;subd=bieyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bieyas.wordpress.com/2009/06/02/how-can-systematic-thinking-improve-our-lives/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/179c1c6583435b77c55ed821962228c3?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bieyas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jombang Sekilas Saja</title>
		<link>http://bieyas.wordpress.com/2009/06/01/jombang-sekilas-saja/</link>
		<comments>http://bieyas.wordpress.com/2009/06/01/jombang-sekilas-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 16:47:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bieyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bieyas.wordpress.com/2009/06/01/jombang-sekilas-saja/</guid>
		<description><![CDATA[Kabupaten Jombang secara administratif terdiri atas 21 Kecamatan, dengan jumlah Desa/Kelurahan sebanyak 306. Adapun batasan wilayah Kabupaten Jombang secara adminstrasi terletak diantara : Barat : Kabupaten Nganjuk, Timur : Kabupaten Mojokerto, Utara : Kabupaten Lamongan dan Selatan : Kabupaten Kediri Jombang adalah kabupaten yang terletak di bagian tengah Provinsi Jawa Timur. Luas wilayahnya 1.159,50 km², [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bieyas.wordpress.com&amp;blog=5802160&amp;post=54&amp;subd=bieyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.jombangkab.go.id/" target="_blank"><img class="size-full wp-image-57 alignleft" title="logo jmb" src="http://bieyas.files.wordpress.com/2009/06/logo-jmb1.jpg?w=72&#038;h=90" alt="logo jmb" width="72" height="90" /><span style="color:#00ccff;"><span style="color:#339966;">Kabupaten </span><span style="color:#ff6600;">Jombang</span></span></a> secara administratif terdiri atas 21 Kecamatan, dengan jumlah Desa/Kelurahan sebanyak 306. Adapun batasan wilayah Kabupaten Jombang secara adminstrasi terletak diantara :</p>
<p style="text-align:justify;">Barat : Kabupaten Nganjuk, Timur : Kabupaten Mojokerto, Utara : Kabupaten Lamongan dan Selatan : Kabupaten Kediri</p>
<p style="text-align:justify;">Jombang adalah kabupaten yang terletak di bagian tengah Provinsi Jawa Timur. Luas wilayahnya 1.159,50 km², dan jumlah penduduknya 1.165.720 jiwa (2005). Pusat kota Jombang terletak di tengah-tengah wilayah Kabupaten, memiliki ketinggian 44 meter di atas permukaan laut, dan berjarak 79 km (1,5 jam perjalanan) dari barat daya Kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur. Jombang memiliki posisi yang sangat strategis, karena berada di persimpangan jalur lintas selatan Pulau Jawa (Surabaya-Madiun-Jogjakarta), jalur Surabaya-Tulungagung, serta jalur Malang-Tuban.<a rel="attachment wp-att-59" href="http://bieyas.wordpress.com/2009/06/01/jombang-sekilas-saja/images-2/"><img class="alignright size-full wp-image-59" title="images" src="http://bieyas.files.wordpress.com/2009/06/images1.jpg?w=205&#038;h=252" alt="images" width="205" height="252" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Jombang juga dikenal dengan sebutan \&#8221;kota santri\&#8221;, karena banyaknya sekolah pendidikan Islam (pondok pesantren) di wilayahnya. Bahkan ada pameo yang mengatakan Jombang adalah pusat pondok pesantren di tanah Jawa karena hampir seluruh pendiri pesantren di Jawa pasti pernah berguru di Jombang. Di antara pondok pesantren yang terkenal adalah Tebuireng, Denanyar, Tambak Beras, dan Darul Ulum (Rejoso).</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak tokoh terkenal Indonesia yang dilahirkan di Jombang, di antaranya adalah mantan Presiden Indonesia KH Abdurrahman Wahid, pahlawan nasional KH Hasyim Asy\&#8217;ari dan KH Wahid Hasyim, tokoh intelektual Islam Nurcholis Madjid (Cak Nur), serta budayaEmha Ainun Najib (Cak Nun).</p>
<p style="text-align:justify;">Konon, kata \&#8221;Jombang\&#8221; merupakan akronim dari kata berbahasa Jawa \&#8221;ijo\&#8221; dan \&#8221;abang\&#8221;. Ijo mewakili kaum santri (agamis), dan abang mewakili kaum abangan (nasionalis/kejawen). Kedua kelompok tersebut hidup berdampingan dan harmonis di Jombang. Bahkan kedua elemen ini digambarkan dalam warna dasar lambang daerah Kabupaten Jombang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bieyas.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bieyas.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bieyas.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bieyas.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bieyas.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bieyas.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bieyas.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bieyas.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bieyas.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bieyas.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bieyas.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bieyas.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bieyas.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bieyas.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bieyas.wordpress.com&amp;blog=5802160&amp;post=54&amp;subd=bieyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bieyas.wordpress.com/2009/06/01/jombang-sekilas-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/179c1c6583435b77c55ed821962228c3?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bieyas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bieyas.files.wordpress.com/2009/06/logo-jmb1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">logo jmb</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bieyas.files.wordpress.com/2009/06/images1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Genre</title>
		<link>http://bieyas.wordpress.com/2009/01/16/genre/</link>
		<comments>http://bieyas.wordpress.com/2009/01/16/genre/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 08:10:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bieyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bieyas.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[A genre is a loose set of criteria for a category of composition; the term is often used to categorize literature and speech, but is also used for any other form of art or utterance. Genres are vague categories with no fixed boundaries, they are formed by sets of conventions, and many works cross into [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bieyas.wordpress.com&amp;blog=5802160&amp;post=28&amp;subd=bieyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a rel="attachment wp-att-29" href="http://bieyas.wordpress.com/?attachment_id=29"><img class="size-thumbnail wp-image-29 alignleft" title="GENRE (JENIS TEKS)" src="http://bieyas.files.wordpress.com/2009/05/genre-jenis-teks.png?w=150&#038;h=112" alt="GENRE (JENIS TEKS)" width="150" height="112" /></a>A <strong>genre</strong> is a loose set of criteria for a category of composition; the term is often used to categorize literature and speech, but is also used for any other <a title="Art" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Art#Art_forms">form of art</a> or <a title="Utterance" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Utterance">utterance</a>. Genres are vague categories with no fixed boundaries, they are formed by sets of conventions, and many works cross into multiple genres by way of borrowing and recombining these conventions. The scope of the word &#8220;genre&#8221; is sometimes confined to <a title="Art" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Art">art</a> and <a title="Culture" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Culture">culture</a>, particularly <a title="Literary genre" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Literary_genre">literature</a>, but it has a long history in rhetoric as well. In <a title="Genre studies" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Genre_studies">genre studies</a> the concept of genre is not compared to originality. Rather, all works are recognized as either reflecting on or participating in the conventions of genre&#8230;.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Postingan ini sebenarnya hanyalah coba-coba. Setelah sekian lama blog ini terbentuk belum pernah sekalipun saya mengisikan tulisan pribadi saya untuk di Post-kan di sini. Jadi harap maklum aja yach…</span></p>
<p>Tp Kalo mau nyari buku genre gue ada satu neh. Yang ini ditulis dalam format .ppt (Power Point Maksudnya).<br />
Ambil aja kalo mau filenya. <a rel="attachment wp-att-27" href="http://bieyas.wordpress.com/?attachment_id=27">klik di sini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bieyas.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bieyas.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bieyas.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bieyas.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bieyas.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bieyas.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bieyas.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bieyas.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bieyas.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bieyas.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bieyas.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bieyas.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bieyas.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bieyas.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bieyas.wordpress.com&amp;blog=5802160&amp;post=28&amp;subd=bieyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bieyas.wordpress.com/2009/01/16/genre/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/179c1c6583435b77c55ed821962228c3?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bieyas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bieyas.files.wordpress.com/2009/05/genre-jenis-teks.png?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">GENRE (JENIS TEKS)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>__KaWaH CoNdRO DimUKo&#8230;</title>
		<link>http://bieyas.wordpress.com/2008/12/10/kawah_condro_dimuko/</link>
		<comments>http://bieyas.wordpress.com/2008/12/10/kawah_condro_dimuko/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 09:03:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bieyas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Selamat Datang dan terima kasih telah berkunjung Di blog-ku ini.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bieyas.wordpress.com&amp;blog=5802160&amp;post=1&amp;subd=bieyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat Datang dan terima kasih telah berkunjung Di blog-ku ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bieyas.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bieyas.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bieyas.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bieyas.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bieyas.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bieyas.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bieyas.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bieyas.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bieyas.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bieyas.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bieyas.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bieyas.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bieyas.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bieyas.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bieyas.wordpress.com&amp;blog=5802160&amp;post=1&amp;subd=bieyas&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bieyas.wordpress.com/2008/12/10/kawah_condro_dimuko/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/179c1c6583435b77c55ed821962228c3?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bieyas</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
